Penulis: Imm Ar Fachruddin Admin
Ketika Rasa Aman Dirampas: Refleksi atas Kekerasan terhadap Perempuan
Tulisan Oleh: Noviana Supriatin Belakangan ini, ruang publik kembali diguncang oleh terungkapnya kasus penyekapan dan kekerasan terhadap seorang perempuan yang berlangsung selama tiga tahun. Peristiwa tersebut bukan sekadar kabar kriminal, melainkan cermin bahwa rasa aman masih menjadi kemewahan bagi sebagian perempuan. Kasus ini tidak hanya menyisakan luka mendalam bagi […]
Continue ReadingMenjadi Generasi yang Menegakkan Kebenaran
Artikel Oleh: Fasha Tri Azahra Pada artikel ini, kita membahas bagaimana cara menjadi pribadi yang benar serta langkah-langkah yang perlu dilakukan agar kebenaran dapat ditegakkan, baik di lingkungan masyarakat maupun di mata hukum. Seperti yang kita ketahui, masih banyak masyarakat yang merasa bahwa keadilan di Indonesia belum sepenuhnya dirasakan secara merata. Dari berbagai kasus yang […]
Continue ReadingCerita Kuliahku: Bahasa, Sejarah, dan Menjadi Manusia
Karya Novel Oleh: Nadiyah Fajariah Timor Hari pertama mata kuliah Bahasa Indonesia meskipun dilaksanakan via daring, ternyata ini cukup berkesan. Bapak Faqih Sulthan, M.A, salah satu dosen di Universitas Muhammadiyah Semarang membuka kelas dengan satu kalimat yang membuat saya berpikir dua kali, beliau mengatakan“Kita semua adalah makhluk sejarah.” Diri manusia ternyata tidak pernah benar-benar lahir […]
Continue ReadingHarapan Tumbuh di Tanah Yang Terluka
Karya Novel Oleh: Hasna Nafisah Harapan bangsa itu sering diremehkan, tapi justru dari situlah semuanya bermula. Langit pagi itu menunduk, seolah tak sanggup menatap bumi yang lelah. Benar saja, tak lama kemudian hujan deras turun. Tapi entah mengapa ada sesuatu yang sedang ia perjuangkan. Akhir-akhir ini memang sedang musim hujan. Akses jalan menuju sekolah yang […]
Continue ReadingMeniti Ufuk
Puisi Karya : Noviana Supriatin Pagi masih basah saat langkah-langkah kecil menyusuri jalan yang belum bernama. Di pundaknya, ada musim yang belum selesai, ada jarak yang diam-diam terus memanggil. Angin kadang membawa ragu, kerikil kadang menguji arah, namun ia tak pernah pandai berlama-lama dengan luka. Ia memungut cahaya dari sela hari yang sederhana, menyimpannya rapat-rapat […]
Continue ReadingMENJADI ARTI DI TENGAH ZAMAN
Puisi Karya: Noviana Supriatin Kami bukan gemuruh yang selalu terdengar, bukan pula cahaya yang paling terang di antara bintang. Namun kami belajar, bahwa hidup tak diukur dari seberapa tinggi nama dikenang, melainkan dari seberapa banyak manfaat yang ditinggalkan. Di tengah zaman yang berlari tanpa jeda, ketika banyak langkah tersesat oleh gemerlap sementara, kami memilih berjalan […]
Continue Reading