Karya Novel Oleh: Nadiyah Fajariah Timor
Hari pertama mata kuliah Bahasa Indonesia meskipun dilaksanakan via daring, ternyata ini cukup berkesan. Bapak Faqih Sulthan, M.A, salah satu dosen di Universitas Muhammadiyah Semarang membuka kelas dengan satu kalimat yang membuat saya berpikir dua kali, beliau mengatakan“Kita semua adalah makhluk sejarah.”
Diri manusia ternyata tidak pernah benar-benar lahir sebagai “kertas kosong”, kita adalah kanvas yang terus dilukis oleh banyak tangan — orang tua, guru, teman, lingkungan, bahkan luka-luka kecil yang tidak sempat kita ceritakan kepada siapa pun. Kurang lebih begitu penjelasan Pak Faqih. Kemudian beliau melanjutkan, mungkin itu sebabnya circle pertemanan perlu ditinjau ulang sesekali, karena siapa yang berada di sekitar kita, diam-diam sedang ikut menentukan warna seperti apa yang menetap dalam diri kita.
Beliau juga mengatakan sesuatu yang…
Klik link berikut untuk membaca lebih lengkap: